Pengurutan pada Coding Bubble Sort adalah salah satu bentuk pengurutan data yang dapat Anda gunakan. Dimana dalam istilah lain pengurutan jenis data ini, sering dikenal dengan sebutan Pengurutan Gelembung Bubble Short. Anda dapat menggunakan metode ini, untuk melakukan pengurutan terhadap data yang Anda miliki. Konsep pada pemrograman Algoritma ini juga, akan mudah Anda pahami.

Membuat Program Buuble Short

1. Pengertian Pengurutan Gelembung Bubble Sort

Sebelum Anda memulai menggunakan Algoritma ini, untuk mengurutkan data Anda. Penting bagi Anda untuk dapat mengetahui definisi sebenarnya dari Coding Bubble Sort. Sehingga nantinya Anda dapat benar-benar paham, terhadap pengurutan menggunakan metode ini. Karena pada kasus tertentu, pemrograman pengurutan ini juga, akan lebih efektif jika Anda dapat mengetahui kapan harus digunakannya Bubble Short ini.

Dan tidak kalah penting juga, agar Anda benar-benar paham terhadap konsep algortima ini. Ada baiknya juga diawal, Anda belajar pseudocode algoritma bubble sort serta flowchart bubble sort. Karena pemrograman Algoritma, akan sangat mudah dilakukan jika Anda sudah memahami keduanya dengan baik.
Menurut bubble sort wikipedia indonesia bahwa Algoritma pengurutan data Bubble Short dapat diartikan sebagai bentuk pengurutan data dengan proses mengurutkan data secara bertahap. Maksudnya seperti ini, pada pengurutan Bubble short ini ia akan melakukan pengecekan dan penukaran dengan indeks/elemen yang ada disampingnya. 

2. Kelebihan Kelebihan Bubble Sort dan Kekurangannya

Agar Anda dapat mengetahui secara pasti terhadap Coding Bubble Sort, silakan Anda simak dengan baik kelebihan apa saja yang dimiliki jenis pengurutan data ini. Dan juga hal apa saja yang menjadi kekurangan atau kelemahan menggunakan metode ini.
Kelebihan-Kelebihan yang dimiliki Bubble Sort:
1. Merupakan jenis Algoritma pengurutan data, yang tidak terlalu kompleks dan mudah dipahami.
2. Metode dalam proses pengurutan datanyapun sangat sederhana.
3. Proses perhitungan dan penentuannyapu juga sangat sederhana.
Kekurangan-Kekurangan yang dimiliki Bubble Sort:
1. Meskipun pada bubble short, menggunakan metode yang sangat sederhana dalam prosesnya. Namun pengurutan ini sangat kurang efektif jika data yang diurutkan banyak. Karena jika Anda menggunakan pengurutan ini, Anda akan melakukan pengurutan data 1 persatu terhadap setiap elemen awal hingga akhir. Sehingga ini memakan banyak waktu, dalam prosenya bagi komputer. Meskipun secara tidak kasat ini tidak dapat dilihat.
2. Data yang besar sangat menjadi masalah jika Anda menggunakan metode ini. Karena proses perhitungan dan pengurutan yang terjadi akan semakin lambat.
3. Meskipun data yang akan diurutkan tinggal satu, padahal yang lain sudah terurut. Jika Anda menggunakan bubble short ini, ia akan tetap mengurutkan data terakhir dengan semua elemen yang ada.
Dari penjelan diatas, Anda tentunya dapat mengetahui secara baik tentunya bagaimana seharusnya pengurutan ini digunakan. Anda dapat menuliskan algoritma bubble sort, ke dalam aplikasi editor seperti Dev C++ dan sebagainya.
Jika Anda sedang mencari contoh Coding Bubble Sort untuk memenuhi tugas Dosen Anda. Maka artikel ini, akan memberikan contoh penggunaan dari pengurutan ini. Sehingga nantinya Anda akan lebih mudah memahaminya.
Jadi pada contoh program Bubble Short ini, Ada dua jenis yang dapat Anda gunakan. Yang pertama metode pengurutan data menaik dan juga menurun. Sebenarnya jika Anda sudah banyak membaca dan latihan denga Bubble Short ini, cara mengganti metode pengurutan datanya sebenarnya sangat mudah. Anda cukup mengganti tanda >/< nya.
Berikut ini contoh Coding Bubble Sort versi Inisialisasi Descending terlebih dahulu:

#include <stdio.h>

void BubleSort(int L[10]);

main(){
int L[10]={1,9,7,8,3,2,6,5,4,10};
int i;

printf("Sebelum Sorting: ");
for(i=0;i<10;i++){
printf(" %d",L[i]);
}

BubleSort(L);

printf("nSesudah Shorting: ");

for(i=0;i<10;i++){
printf(" %d",L[i]);
}
}

void BubleSort(int L[10]){
int i;
int n=10;
int k;
int temp;

for (i=0;i<n;i++){
for(k=(n-1);k>0;k--){
if(L[k]>L[k-1]){

temp=L[k];
L[k]=L[k-1];
L[k-1]=temp;
}
}
}
}
Dan ini contoh untuk Program Bubble Short, untuk Ascending Inputan:

#include <iostream>
#include <iomanip>
using namespace std;
const int maks= 15;
void input (int L[maks], int n);
void show (int L[maks],int n);
void bubble(int L[maks], int n);

main(){
int L[maks];
int n;

cout << "Banyak Data: ";
cin>>n;

cout <<"==Masukan Data=="<<endl;
input (L,n);

cout <<"==Data Sebelum Terurut==" <<endl;
show(L,n);

cout <<endl;
cout<<"==Data Terurut Ascending==" <<endl;
bubble (L,n);
show (L,n);
}

void input (int L[maks],int n){
int i;
for (i=0;i<n;i++){
cout <<"Elemen ke-" <<i+1<<":";
cin >>L[i];
}
}

void show (int L[maks],int n){
int i;
for (i=0;i<n;i++){
cout<<setw(4)<<L[i];
}
}

void bubble (int L[maks], int n){
int i;
int k;
int temp;

for (i=0;i<n;i++){
for(k=(n-1);k>0;k--){
if(L[k]>L[k-1]){

temp=L[k];
L[k]=L[k-1];
L[k-1]=temp;
}
}
}
}